12 april.
dimana tidak seperti biasanya menghabiskan akhir minggu.
wahana rekreatif, makan. makan !
bosan sekali sebenarnya.
yang pertama, Malang sudah kehilangan magisnya.
kalau ada yang membuat saya masih menyayangkan Malang,
jangan salahkan bagaimana memori masih me-rewel-kan dirinya sendiri.
sulit membayangkan sudah betapa lama,
saya tidak melakukan aktivitas menyenangkan.
-------------------------
langsung saja.
Illy Cafe, pada malamnya.
dibalik semua keceriaan jamuan makanmakan,
ada yang menggelitik memoar.
meja sebelah.
seorang ibu dan anak setingkat SMP
makan berdua.
how that lil sweet things comes up into my mind
bagaimana romantisme keluarga mencari hakikat.
identik dengan masa lampau :)
mengenai apa yang dicari sang ibu
dan apa yang dipikirkan sang anak
adalah sesungguhnya sesuatu yang sangat lucu untuk dipikirkan sekalipun :)
dulu. dulu sekali.
identik.
tiap kenaikan kelas atau nilai baik.
makan bersama adalah reward darinya.
sesuatu yang sulit diraih reguler.
darisana sang anak mengenal kata "capai",
dari kata "usaha" terlebih dahulu.
"nilai kamu bagus, ayo makan diluar nak"
thats...
that was a real small things that makes a huge difference.
segala detilnya,
segala kepingan-kepingan subtil yang romantis.
sesenggukan.
romantisme keluarga masalalu :)
-----------------------------------------------------
ah, sudah lama sekali.
berpikir bagaimana kaki ini berjalan saat ini,
adalah sesuatu yang sulit terbandingkan dengan yang lampau
jejak yang ditinggalkan dahulu
mungkin,
jauh lebih presius.
atau mungkin, lebih luar biasa dari apa yang orang lain coba jejakkan kaki mereka saat ini.
lelah ini sudah PERNAH merasakan.
bagaimana hidup enak bak raja, manja !
kata mamalia irasional jaman sekarang,
KITA HIDUP HEDON !
terimakasih sudah pernah dimurahkan.
namun tetap ada ruang yang mendadak kehilangan massanya.
dan bagaimana sekarang memori ini ingin membentuk diri,
sejujurnya saya masih belum menahu.
No comments:
Post a Comment