17 April 2013.
peluh.
Shonna Talitha Aprilia.
sayapmu terlalu laju menimang peluh.
perbedaan dimensi kita yang jauh,
semoga.
welcoming butterfly.
Tuesday, April 23, 2013
Wednesday, March 27, 2013
Response-bility
"iya gas kamu mau mau punya adek lagi nanti. ini udah 8 bulan. mungkin nanti kamu liburan pas Juni kamu udah liat adek baru..." Ayah,2013.
im completely SHOCKED.
yet finished my responsibility as a child to get a proper education,
ane bakalan dapet adek baru.
it'll be another happy days, i count it.
tapi punya adek dengan selisih 21 tahun itu gak gampang.
tanggung jawab moral pada keluarga jadi lebih besar.
terus terang ae dengan keadaanku sekarang,
aku mek mentok bisa mbiayai adek ku yg paling dekat. sekarang smp.
dad retire around 7-8 years ahead.
5 adik (2 from dads re-marriage and 3 from moms re-marriage).
2 sisters dari ayah yg paling tua baru masuk SMA pas ayah pensiun.
apalgi yang tiga-tiganya laki dari pernikahan ibu.
dan adek terakhir ini baru masuk kuliah pas ayah sudah jadi kakek.
investasi jangka panjang dari orang tua juga udah ada.
sebagai anak tertua dan laki untuk tidak terlibat dalam masadepan adeknya juga kesalahan besar.
dan saya juga sudah punya rencana sendiri buat supporting pembiayaan aktif adek2 untuk sewaktu2.
its not my responsibility. yet it is.
being the oldest of my brother and sisters takes a HUGE upcoming respnsibility.
responsibilty to keep them safe at "home"
responsibility to keep them proud,and
responsibility to keep them running
its better failing aiming high than succeed aiming low, Bill Nicholson said
i had a big plan,it was.
so that i have to re-build that into a bigger, bigger plan ahead.
not a standard aims that makes you whatsocalled lived happily ever after.
i dont want to overshitting ambitions.
my what-to-achieve-notes isnt merely what the best and suits me.
just fulfill the responsibility.
the games restarted into a higher level when you reached something.
im completely SHOCKED.
yet finished my responsibility as a child to get a proper education,
ane bakalan dapet adek baru.
it'll be another happy days, i count it.
tapi punya adek dengan selisih 21 tahun itu gak gampang.
tanggung jawab moral pada keluarga jadi lebih besar.
terus terang ae dengan keadaanku sekarang,
aku mek mentok bisa mbiayai adek ku yg paling dekat. sekarang smp.
dad retire around 7-8 years ahead.
5 adik (2 from dads re-marriage and 3 from moms re-marriage).
2 sisters dari ayah yg paling tua baru masuk SMA pas ayah pensiun.
apalgi yang tiga-tiganya laki dari pernikahan ibu.
dan adek terakhir ini baru masuk kuliah pas ayah sudah jadi kakek.
investasi jangka panjang dari orang tua juga udah ada.
sebagai anak tertua dan laki untuk tidak terlibat dalam masadepan adeknya juga kesalahan besar.
dan saya juga sudah punya rencana sendiri buat supporting pembiayaan aktif adek2 untuk sewaktu2.
its not my responsibility. yet it is.
being the oldest of my brother and sisters takes a HUGE upcoming respnsibility.
responsibilty to keep them safe at "home"
responsibility to keep them proud,and
responsibility to keep them running
its better failing aiming high than succeed aiming low, Bill Nicholson said
i had a big plan,it was.
so that i have to re-build that into a bigger, bigger plan ahead.
not a standard aims that makes you whatsocalled lived happily ever after.
i dont want to overshitting ambitions.
my what-to-achieve-notes isnt merely what the best and suits me.
just fulfill the responsibility.
the games restarted into a higher level when you reached something.
Strive
for the buttload of hard times in my life.
for what intensively happen in an uncountable times.
barking my heads and feets to the shore of bittterness.
you will NEVER guessed what im striving for.
what you see, is just your assumption.
you assume it likes you were right about what you mostly thinking.
i will prove it WRONG.
just you see?
you will see it very clear w your chins heads up.
when you losing a remembrance of me in a billions step aheads.
for what intensively happen in an uncountable times.
barking my heads and feets to the shore of bittterness.
you will NEVER guessed what im striving for.
what you see, is just your assumption.
you assume it likes you were right about what you mostly thinking.
i will prove it WRONG.
just you see?
you will see it very clear w your chins heads up.
when you losing a remembrance of me in a billions step aheads.
Wednesday, March 13, 2013
Chasing Fire
wow. its been a whole year since my last post.
and i dont know how the catashtropic words seems to overblow my head in a sudden, for a long long times since then.
for someone who told me to chase my fire,
please dont read. i bet you forgot that completely.
its like riding my back to you, afterall.
yeah maybe i felt a lil bit,yeah a clueless moron.
i couldnt find my fire as you told me to.
chasing the fire...isnt as simple as you said to me.
but really, i dont want to wasting my youth
im here not to disappoint myself
you know what begrudge me in the past
to made me choose the hardest part of my life
to revise the whole thing, to rewrite another ambition
to made me left my family, my dream, and my... ah.bleeding me.
yeah i was the forgotten, its not a denial.
a human drowned in a rigid ocean.
drifting the way he lived for , alone.
in a separated way, i put my lights on.
to refuse a shitload of brokenseller,
for a several times in my single breath
i just dont want to hold back,if i could.
there is something i need to disgrace
yeah you know, histories and memories stay remains.
but they has their own way to shown once more,in a different years ahead
its not about a reunite, it IS about to show you what is the fire you said
maybe we lost memories each others,someday
or a punch in our face couldnt help remember
im sure you know
there was a day we set the fire
and chasing it behind our backs.
someday.
yeah,turn the fire off for awhile.
and let times set it again. or not.
the fire,better hiding them for a thousands years ahead.
till we dead with no regret unspoken.
and i dont know how the catashtropic words seems to overblow my head in a sudden, for a long long times since then.
for someone who told me to chase my fire,
please dont read. i bet you forgot that completely.
its like riding my back to you, afterall.
yeah maybe i felt a lil bit,yeah a clueless moron.
i couldnt find my fire as you told me to.
chasing the fire...isnt as simple as you said to me.
but really, i dont want to wasting my youth
im here not to disappoint myself
you know what begrudge me in the past
to made me choose the hardest part of my life
to revise the whole thing, to rewrite another ambition
to made me left my family, my dream, and my... ah.bleeding me.
yeah i was the forgotten, its not a denial.
a human drowned in a rigid ocean.
drifting the way he lived for , alone.
in a separated way, i put my lights on.
to refuse a shitload of brokenseller,
for a several times in my single breath
i just dont want to hold back,if i could.
there is something i need to disgrace
yeah you know, histories and memories stay remains.
but they has their own way to shown once more,in a different years ahead
its not about a reunite, it IS about to show you what is the fire you said
maybe we lost memories each others,someday
or a punch in our face couldnt help remember
im sure you know
there was a day we set the fire
and chasing it behind our backs.
someday.
yeah,turn the fire off for awhile.
and let times set it again. or not.
the fire,better hiding them for a thousands years ahead.
till we dead with no regret unspoken.
Saturday, December 3, 2011
Absurd;Tanpa Basa - Basi
"Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang,'kan merayu
Tidak juga kau
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi..."
'Ku mau tak seorang,'kan merayu
Tidak juga kau
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi..."
Siapa yang tak kenal puisi tersebut?puisi sarat makna historis dan yang paling dikenal semua orang,dari penyair Chairil Anwar.Saat membaca puisi tersebut dalam buku "Deru Campur Debu",rasanya benar-benar merefleksikan wajah nurani dan emosi saya beberapa minggu terakhir,terhitung hingga kemarin.
Puisi ini...bukan masalah keteguhan hati ataupun kegigihan dalam melawan seperti yg ditafsirkan banyak orang.entah mengapa,sajak ini malah menyiratkan keputus asaan yang nadir akan niskala hati.capek.begitu rasanya.identik.
Disinipun,setelah saya pikir...keadaan saya juga bisa dibilang tak lebih baik dr kehidupan saya di Malang.
benar2 struggle kelas berat.bukan dari sisi intelektual yang ditempa tugas2-yang-tak-perlu dari sisi akademis.malah dari tembok emosi dan rasa yang semakin digempur hebat!rasanya...makin lama sifat anarki saya -terus terang saja- hampir kembali.malah rasanya lebih ganas.dimana terang pikiran,kedalaman rasa dan,senyuman seperti sedia kala,aku BELUM menemukannya disini.
di Surabaya ini aku (dan sterusnya,agar lebih personal) telah memukul orang.ironi mutlak!!
entahlah ak jg bingung sekali.entah reflek atau memang niat,rasanya buruk sekali berbuat seperti itu.walau pun yang saya pukul itu yang boleh dikatakan bersalah -menghina rambut gondrong saya-...
Hanya ingin menegaskan bahwa bila hak dalam pilihan hidup kita dicerca oleh org lain,padahal pilihan kita tak merugikan mereka,bahkan secara etika pun tak ada masalah,bagaimana kita tak melawan.apalagi yang mencerca itu dengan tawa mengejek disertai kata2 kotor yang telak.tanpa pikir panjang mendarat lah bogeman mentah ke wajahnya.telak.dia takut dan lari.puas sih puas.tp rasanya dosa sekali.seperti ada beban yang sudah2.susah di Ctrl+Alt+del.bahkan untuk Empty Recycle Bin saja butuh waktu harian mungkin.
mau bercerita itu juga....berat.keadaan pergaulan di its yg saya terus terang masih menutup diri.apalagi cerita ke kawan lama,yang malah mungkin saya bisa malu sendiri dibuatnya.berat sekali kawan.
Belum lagi ditambah kemarin ada "battle" di twitter,rasanya (bukan rasanya lagi) mau mukul org lagi.parah sekali.sangat.padahal target adalah teman saat di malang.saya cuma g ingin rasa respek kita ke orang itu hilang,hanya karena attitude yg g selayaknya.aku disini bukan berarti g memantau seluk beluk dan keadaan kawan2 yang kutinggalkan di malang.hmmmm atau mungkin saya belum bisa move on?bisa saja.masih mau lanjut mukul anak itu?ak g akan menarik kata2ku.
Disini ak tinggal dgn tanteku dgn otoriter nya yg super otoriter.rasanya kembali ke sd.tante berdalih beliau ada untuk menjaga dan mengingatkan ak agar tetap pada track,walaupun hal detil.bagiku hal ini juga g sehat,seakan kita di alarm kan oleh orang lain.kalau begini terus kesadaran diri sendiri ya g akan pernah tumbuh.walaupun memang tante tinggal juga permintaanku dulu,tp ternyata ekspektasi dan hasil itu g ada yang sama.sempat pengen berontak seperti cerita lalu teman2ku yg pernah berontak..,tp g jadi.harus sadar diri.harus menghargai,dan harus berpikir lebih jernih.
Entahlah,saya masih berjuang disini.sekuat tenaga.tp di sisi lain ada yang malah tak terkendali.absurd sekali november ini,sama absurdnya dengan kalimat2 ku di postingan kali ini.saya sedikit diselamatkan semangat genre music Hardcore,dan musik pelarian seperti Metal.kali ini saya juga sering mencari hal-hal yang sekiranya membuat saya stay positive dan live straight.setidaknya dibalik anarkisitas diri,saya masih berhasil smoke free,alcohol free dan drug free.entahlah mempelajari komitmen seperti Straight Edge atau Behavioral nya Positive Mental Attitude apa bisa membantu.
Terus terang,entah absurd yang identik "penuh",atau hampa yg identik "kosong"..
seperti ada yang perlu diisi,dan dijaga.butuh sosok,figur,ataupun new things to do...
atau butuh stimulan,sekedar motivasi,atau mungkin figur seorang pendamping?who knows.
saya yakin kalau kawan2 lama sudah tak pernah berkunjung ke blog ini...
i dont want to admit it.but,all that i can say, I AM ALONE...ah.who cares.
saya yakin kalau kawan2 lama sudah tak pernah berkunjung ke blog ini...
i dont want to admit it.but,all that i can say, I AM ALONE...ah.who cares.
Wednesday, November 9, 2011
Mimpi;Definitif
mimpi.Bukan artian harapan yang sering kita genggam seraya berjuang lewat langkah kaki lelah kita.Namun ini mimpi yg tak bs kita kehendaki layaknya memilih majalah bulanan di bookstore.Ya.Mimpi di saat kita pejamkan mata.Dimensi bawah sadar diantara aktifitas detik.Dimensi ruang dan waktu yang lain,menyingkir dari peradaban kenyataan.di satu sisi mimpi bisa berarti "rehat" dan "fantasi" bg jiwa yang lelah ditikam aktifitas sehari-hari.tp di lain pihak mimpi bisa jadi "pembunuh" seperti tanda yang entah kapan akan datang,tp kita seperti diawasi hal buruk krn kita memang tidak tahu menahu kapan tanda itu akan muncul.
bagi saya sendiri,saya tak pernah bermimpi aneh-aneh sperti ibu-ibu yang suka membaca primbon,lelaki tua yang suka mengarungi nasib bawah sadarnya,atau remaja yang gelisah saat mereka memimpikan imaji buruk.hanya saja,sering sekali saya memimpi kosong.bagaimana menjelaskannya,karena memang terasa seperti tak bermimpi.tiba-tiba terbangun di pagi hari.kalaupun bukan mimpi kosong seperti itu,saya biasanya mengalami dua macam mimpi,tp tetap saya anggap sebagai satu pertanda.setiap saya dan data-data diotak saya -berupa tempat,dan wajah2 yang kukenal- ikut hanyut melebur bersama mimpi saya,itu selalu saya anggap sebagai satu tanda yg (mungkin) pasti akan terjadi.entah kapan.
yang pertama,saya seperti mengidap dejavu sepanjang umur ini,tp yg "pernah" terjadi itu ternyata dri sebuah mimpi.entah sudah berapa puluh,atau mungkin hampir ratusan kali sejak saya duduk di bangku sekolah dasar.terkadang saya seperti memimpikan hal biasa,seperti aktifitas saya pada umumnya,bertemu teman-teman,kuliah,menggambar,ataupun bekerja sambilan.ketika terbangun pun rasanya biasa saja,hambar.tak ada rasa lelah ataupun cemas.otomatis dengan situasi seperti itu yang bisa kita lakukan ya hanya melupakannya -atau mungkin ter-lupa-.hingga pada suatu ketika tiba-tiba ada momen yang terlewat dan ter-alami.rasanya sempat shock sekali,seraya gelisah berkeringat.biasanya saya langsung berpikir begini "gila,lagi-lagi." "rasanya pernah ngalami ini tadi.tp dimana?rasanya persis sekali,tak ada yg terlewat satu titik pun".ya itu tadi.seperti de javu.rasanya kejadian yang sama terulang kembali.tp untuk kasus saya ini tak mungkin lebih dr 2 kali.tiap2 "moment of dream that passing through" saya selalu merinding.entahlah.rasanya seperti bocoran takdir.tp tak bisa dihindari.siapa yg bisa menghindari takdir?
yang kedua,ini tipe yang paling saya takuti.bukan mimpi yg berisi aktifitas langsung,tp benar2 beda 180 derajat.input2 data di otak tetap orang2 yang selama ini kita kenal.namun dimensi ruang nya yg beda.seperti cerita bergambar,film,atau mungkin fantasi kitapun kalah.bagaimana menjelaskannya yaa,kadang kata tak bisa mewakili yang tak mampu terkata.atau mungkin saya belum menemukan padanan kata yg pas.bagai keterasingan dr tempat2 yg biasanya saya kenali.kadang "jalan cerita" mimpi ini agak absurd (sekali).latar bisa berpindah dengan cepat,dan bisa rasanya menikam tiba-tiba.kepala serasa ditekan kuat hingga ubun-ubun.
dulu saat 6 bulan silam,saat saya waktu itu nilai semester pertama dapat IP satu tanpa koma.saya yang memang (mencoba) terlihat biasa saja itu bermimpi begini.mimpi singkat,tp saya selalu berpikir dn merenung kalau teringat mimpi ini.latar belakang saya berada entah dimana,tp seperti gedung sekolah begitu,dengan teman-teman saya satu prodi (satu kelas) duduk berjejer di bangku2 kayu reot.semua melihat kearah saya yang ada di tengah lapangan (anehnya,saya bs melihat bayangan sosok saya sendiri).ada yang tersenyum dan ada yg menangis.entah tiba-tiba saya saat itu menyalami anak-anak dan teman-teman saya satu persatu,dengan pelukan.rasanya saat itu hangat sekali namun di satu sisi rasanya ada beku yg menghambat.sudah saya salami satu-persatu,tp teringat ada dua orang yang tak sempat saya salami.alih-alih saya datangi,wajah dua orang itu tak menatap saya sama sekali.hingaa tiba-tiba saat ingin menyalami sisa orang itu saya tebangun.pertama nya saya biasa saja,tp lama-lama kok keringat dingin tak pernah munafik.sempat saya "curhat" mimpi saya di twitter suatu kala.saya percaya mimpi ini suatu pertanda.dan benar saja,tengah tahun ini saya harus berpisah dengan mereka karena nilai yang "hampir" selamat.saya tak akan bilang nilai yang tidak selamat,karena saya tahu saya bisa lebih baik dr itu.dan saya pindah ke surabaya.tiap memikirkan mimpi itu,saya benar-benar tau kalau mungkin memang waktunya "pergi".dan lagi-lagi bocoran takdir dgn cara lain.
dan yang saya impikan seminggu ini.semi-horor.entah apa karena saya terlalu memaknai mimpi tersebut,Tuhan jd "tertantang" memberi takdir sesuai penafsiran kita atau bagaimana,yang pasti rasa tak bisa dibohongi.rasa cemas hingga berkeringat tanpa sebab.yang ini,berlatar belakangi rumah tingkat dua lantai.ceritanya,lg makan besar satu keluarga.keluarganya ibu saja sih kalau saya lihat-lihat.saat itu kurang kakek,dan saya disuruh mencari.saya pun mencri ke balkon,seraya mengikuti suara "krenyes-krenyes" seperti makan kerupuk.ya,kakek memang disitu."lho pak (panggilan ke kakek) ngapain makan sendiri disini?" "hmm g popo nak,mending liat en yg lagi makan" kakek bicara begitu sambil memandang atap lantai dua.merasa heran,aku menengok apa yg dilihat kakek (anehnya parking lot yg bertingkat-tingkat itu ada di sebelah rumah) dan truk tangki menabrak pembatas parking lot bertingkat itu dengan kecepatan sangat tinggi.panik.langsung saat saya ingin memberi tahu keluarga untuk menyelamatkan diri,semua terlambat.ya,ak dan truk memang tiba di saat yang sama di ruang keluarga,jd saya melihat sendiri keluarga yang mati tertimpa,terinjak,terlindas mesin dan mesin bawah truk itu.kepala penyet lah,tangan berceceran dimana-mana,darah merah gelap yang terciprat ke muka saya lah,atau yang sulit saya definisikan.rasanya horor sekali,tp tetap merasa heran sambil mengernyitkan dahi,dgn mata yang kosong pula.mimpi macam apa ini?apa harus se na'as ini?
pindah latar,kakek hilang entah kemana,dan hanya sendiri,tp hawa membunuh makin mengikuti.ya.hanya mengikuti,terasa diawasi,tp saya seperti bukan target utama,atau mungkin belum waktunya.dan seketika itu saya terbangun.gila men,sbg insan yang mulai menikmati nikmatnya bawah sadar tiba-tiba paranoid akan lelap.sempat gentar akan tidur kembali,kalau-kalau mimpi itu terlanjut (karena biasanya begitu),tp ternyata tidak.entahlah ,saya sekarang sedang mencoba mendefinisikan itu.... rasanya akan kehilangan sesuatu.saya mencoba positif dengan asumsi "mungkin hanya masalah internal keluarga".tp kalau mimpi nya saja se tragis itu,mau gimana yaa..sulit juga.sebisa mungkin tidak mendefinisikan itu sebagai kematian yang akan datang.nanti Tuhan menguji penafsiran saya dengan kenyataan.
hah!hati-hati terhadap penafsiran mimpi,kawan...hanya sharing cerita sedikit,saya tak ingin dianggap aneh atau bagaimana.saya tahu mungkin ada yang lebih "ekstrim" lagi diluar sana,karena konyol sekali kalau berpikir kita adalah "satu-satunya".hanya saja "kejujuran" mereka hanya cukup mentok di hati dan fikir mereka.maaf juga bila kata-kata saya yg tak tertata dengan baik krn saya jg bukan penulis yang baik.ada yang perlu di"dobrak" selama itu perlu...
Tuesday, October 25, 2011
Kosong Tanpa Sebab
seperti langit yang selalu berputar,ataukah kita yang benar-benar diam..
benar-benar kekosongan tak lebih dari sebuah siklus,mungkin.
ironisnya,seringkali rasa itu hinggap tanpa sebab.
dari otak yang cerah inspirasi,tiba-tiba dua pertiga isi kepala ini,kosong itu menekan keras hingga penglihatan.
apa yang terpandang 2 belah retina ini bagai bukan bagian dari raga ini,jiwa ini..
ya,mungkin aku ingin menolak derasnya waktu merambati hidup ini sejenak...
entahlah,kadang -atau,mungkin- rutinitas ini melelahkan sekali
sekalipun itu adalah hobi kita sendiri
teman saya pernah berkata,apa substansi kegiatan kita selama ini
tak lebih dr aktifitas berulang hingga kita mati
mungkin kegiatan yg saya lakukan selama ajaran baru ini,yang sungguh lancar sekali,
membuat saya jenuh..atau mungkin saya juga merindukan kejenuhan seperti ini
sudah lama sekali tidak mengarungi pikiran dengan tensi rendah seperti ini...semenjak saya pindah disini.
saya sadar,saya bukan penulis yang baik
saya bukan pelajar bahasa yang baik
hanya saja,bagi saya kata adalah wujud terbaik dari suatu rasa
kadang mata,telinga,dan bibir ini...
sengaja menafikan apapun yang ada diluar tubuh rapuh ini.
tak ada yang lebih buruk dari berbohong,apalagi mendustai diri sendiri!
entahlah tentang apa yang akan terjadi bila manusia sedari lahir tak memiliki tangan.
beruntung saya masih mempunyai lima jari,pengantar rasa dan apapun itu dalam diri saya.
setidaknya masih ada organ lain selain otak,yang mampu menjadi eksekutor kontra agresifnya rasa gentar.
merindu sekali dengan yang seperti ini
seperti masa-masa yang lalu
bersenda kata dengan teman hingga pagi
awalan yang abstrak,selalu berlanjut hingga obrolan yg lebih intim...
saling memahami di momen yang benar-benar mendukung..
kalaupun sendiri,
masih ada malam hingga 10 jam selanjutnya
saling menemani menjaga garis waktu
dari detik demi detik
hanya untuk mengenali malam dan diri sendiri lebih dalam...
ah nikmatnya :)
terus terang sekarang sulit sekali mencari momen seperti itu
dari suasana kota,lampu taman,hingga lingkungan studi
benar-benar tak ada tempat bagi bawah sadar dan sedikit imajiner
rasio dan logika betul-betul ditempa hebat disini
apalagi dengan manusia yang bertipikal seperti sekarang
bukannya saya membenci anak bangsawan nan hartawan
riwayat yang mungkin abadi,
bahwa insan yang ditempa harta sedari lahir,
mudah sekali menutup mata dan telinga sedari awal,kepada kelasi-kelasi dibawah mereka
mereka lebih mendengar insan yg mereka junjung tinggi
dan menghindari manusia yg mereka anggap unprofitable
ah,serumit itukah untuk menanam bibit persahabatan...
kita satu tanah,hidup dibawah matahari yang sama.
benar-benar kondisi yang tak sehat.untungya,semua itu selalu di awal.
merindu sekali dengan kesendirian dari sekitar
bukannya saya anti-sosial
atau mungkin saya punya rasio yang "aneh"
tapi saya tak ingin dianggap munafik,karena saya benar-benar merindu
duduk selonjor di pintu kereta dengan kaki menjulur keluar..
menyimak sisi lain hidup yang melaju lekas dari situ..
berbaring diatas rumput bukit dengan tangan terjuntai kanan-kiri,
mengambil nafas dalam-dalam,lalu menghembusnya perlahan..
atau berjalan di pasar besar di ambang gelap subuh
beralaskan sandal jepit,celana sepakbola yang lebih seperti kolor,dan berjaket lusuh
mereguk segelas kopi panas nan getir dengan pedagang disana..
senyum ikhlas mereka selalu membuka banyak hal
saling mencerita bahwa masih ada kebahagiaan tanpa harta..
semuanya selalu berakhir sama..
mencipta sketsa,sajak,filosofi sederhana bagi kita remaja utopis-idealis,dan sebilah senyum tanpa sebab
nikmat sekali... :)
dan yang terakhir,
saya merindu sekali dengan teman-teman lalu,dan hari demi hari,juga memoar-memoar kecilnya.
entah dengan mereka,mungkin juga tidak.
manusiawi sekali
bila satu orang merindu banyak orang.
karena banyak orang hampir tak mungkin merindu hanya untuk satu orang
kecuali bagi legenda,pahlawan atau apalah
masalahnya saya bukan pahlawan.
hanya seorang yang titik takdir nya tidak berjumpa lagi pada satu titik takdir dr masing-masing mereka.
ah biarlah,biar rindu itu hanya milik saya,itu sudah lebih dr cukup.
selalu ada momen bagi titik-titik takdir yang terpisah untuk bertemu kembali....
mencoba lebih sabar menunggu,walau saya pun tak tahu nafas akan berakhir kapan.
entahlah,tak terasa jadi menulis sebanyak ini
sudahi saja sejenak,kembali menjemput realita
mungkin kekosongan adalah kunci untuk membuka hati lebih dalam
ya,kosong memang terlahir tanpa sebab
karena kosong sendiri adalah sebab.... :)
benar-benar kekosongan tak lebih dari sebuah siklus,mungkin.
ironisnya,seringkali rasa itu hinggap tanpa sebab.
dari otak yang cerah inspirasi,tiba-tiba dua pertiga isi kepala ini,kosong itu menekan keras hingga penglihatan.
apa yang terpandang 2 belah retina ini bagai bukan bagian dari raga ini,jiwa ini..
ya,mungkin aku ingin menolak derasnya waktu merambati hidup ini sejenak...
entahlah,kadang -atau,mungkin- rutinitas ini melelahkan sekali
sekalipun itu adalah hobi kita sendiri
teman saya pernah berkata,apa substansi kegiatan kita selama ini
tak lebih dr aktifitas berulang hingga kita mati
mungkin kegiatan yg saya lakukan selama ajaran baru ini,yang sungguh lancar sekali,
membuat saya jenuh..atau mungkin saya juga merindukan kejenuhan seperti ini
sudah lama sekali tidak mengarungi pikiran dengan tensi rendah seperti ini...semenjak saya pindah disini.
saya sadar,saya bukan penulis yang baik
saya bukan pelajar bahasa yang baik
hanya saja,bagi saya kata adalah wujud terbaik dari suatu rasa
kadang mata,telinga,dan bibir ini...
sengaja menafikan apapun yang ada diluar tubuh rapuh ini.
tak ada yang lebih buruk dari berbohong,apalagi mendustai diri sendiri!
entahlah tentang apa yang akan terjadi bila manusia sedari lahir tak memiliki tangan.
beruntung saya masih mempunyai lima jari,pengantar rasa dan apapun itu dalam diri saya.
setidaknya masih ada organ lain selain otak,yang mampu menjadi eksekutor kontra agresifnya rasa gentar.
merindu sekali dengan yang seperti ini
seperti masa-masa yang lalu
bersenda kata dengan teman hingga pagi
awalan yang abstrak,selalu berlanjut hingga obrolan yg lebih intim...
saling memahami di momen yang benar-benar mendukung..
kalaupun sendiri,
masih ada malam hingga 10 jam selanjutnya
saling menemani menjaga garis waktu
dari detik demi detik
hanya untuk mengenali malam dan diri sendiri lebih dalam...
ah nikmatnya :)
terus terang sekarang sulit sekali mencari momen seperti itu
dari suasana kota,lampu taman,hingga lingkungan studi
benar-benar tak ada tempat bagi bawah sadar dan sedikit imajiner
rasio dan logika betul-betul ditempa hebat disini
apalagi dengan manusia yang bertipikal seperti sekarang
bukannya saya membenci anak bangsawan nan hartawan
riwayat yang mungkin abadi,
bahwa insan yang ditempa harta sedari lahir,
mudah sekali menutup mata dan telinga sedari awal,kepada kelasi-kelasi dibawah mereka
mereka lebih mendengar insan yg mereka junjung tinggi
dan menghindari manusia yg mereka anggap unprofitable
ah,serumit itukah untuk menanam bibit persahabatan...
kita satu tanah,hidup dibawah matahari yang sama.
benar-benar kondisi yang tak sehat.untungya,semua itu selalu di awal.
merindu sekali dengan kesendirian dari sekitar
bukannya saya anti-sosial
atau mungkin saya punya rasio yang "aneh"
tapi saya tak ingin dianggap munafik,karena saya benar-benar merindu
duduk selonjor di pintu kereta dengan kaki menjulur keluar..
menyimak sisi lain hidup yang melaju lekas dari situ..
berbaring diatas rumput bukit dengan tangan terjuntai kanan-kiri,
mengambil nafas dalam-dalam,lalu menghembusnya perlahan..
atau berjalan di pasar besar di ambang gelap subuh
beralaskan sandal jepit,celana sepakbola yang lebih seperti kolor,dan berjaket lusuh
mereguk segelas kopi panas nan getir dengan pedagang disana..
senyum ikhlas mereka selalu membuka banyak hal
saling mencerita bahwa masih ada kebahagiaan tanpa harta..
semuanya selalu berakhir sama..
mencipta sketsa,sajak,filosofi sederhana bagi kita remaja utopis-idealis,dan sebilah senyum tanpa sebab
nikmat sekali... :)
dan yang terakhir,
saya merindu sekali dengan teman-teman lalu,dan hari demi hari,juga memoar-memoar kecilnya.
entah dengan mereka,mungkin juga tidak.
manusiawi sekali
bila satu orang merindu banyak orang.
karena banyak orang hampir tak mungkin merindu hanya untuk satu orang
kecuali bagi legenda,pahlawan atau apalah
masalahnya saya bukan pahlawan.
hanya seorang yang titik takdir nya tidak berjumpa lagi pada satu titik takdir dr masing-masing mereka.
ah biarlah,biar rindu itu hanya milik saya,itu sudah lebih dr cukup.
selalu ada momen bagi titik-titik takdir yang terpisah untuk bertemu kembali....
mencoba lebih sabar menunggu,walau saya pun tak tahu nafas akan berakhir kapan.
entahlah,tak terasa jadi menulis sebanyak ini
sudahi saja sejenak,kembali menjemput realita
mungkin kekosongan adalah kunci untuk membuka hati lebih dalam
ya,kosong memang terlahir tanpa sebab
karena kosong sendiri adalah sebab.... :)
Subscribe to:
Posts (Atom)