Monday, September 19, 2011

Parents;still need more understanding


Orang tua.2 kata yg menggambarkan pengemban amanah dr Allah,ya amanah itu adalah kita.2 kata yg menggambarkan org yg pertama kali kita lihat saat membuka mata di dunia.2 kata yang menggambarkan 2 sosok manusia,tempat kita kembali,dan yg pertama setelah Allah SWT.bahkan sy bs bilang bahwa kata2 pun tak bs menggambarkan apa arti org tua it sebenarnya,it bukan hal yg patut diusik,karena hal itu juga tak perlu dikorek.sudah jelas.hanya saja,saya ingin curhat sedikit. (haduh lagi2 lewat blog -,-).hhe keadaan saya juga agak limbung hari2 ini,bukan dr akademis saya.tp lebih ke hubungan anak-ortu.

#np:efek rumah kaca-lagu kesepian

Hari minggu.hari yg sejatinya jd hari yg cerah buat kembali ke tempat menjunjung ilmu,berubah drastis jd hari yg suram.sebenarnya g hanya sekali,tp sudah berulang kali.bukan ayah ku,atau ibuku,apalagi aku.tp tanteku.sekali lagi,ia marah2 berhubung ak jarang menghubungi ayah,karena tanteku juga disindir ayah (maklum,ak memang meminta tanteku jd pendamping di sby 1 tahun ini,biar ak kembali disiplin) “bagas aja jarang mempersoalkan apa2,knp kamu yg ngeyel lik?”

Persoalan yg memang berbeda dr satu ke satu yg lain,tp tetap satu garis besar yg sama,yaitu intensitas komunikasi ku dgn ortu (keduanya).tanteku selalu mempersoalkan hal itu,sampai2 kalau bisa kuping ini aku cabut saja dan lari dr omelan2 itu.kadang omelan itu terasa memuakkan,krn tak perlu mempersoalkan hal itu terlalu rumit.ya,aku mengakui dan menyadari,sekalipun aku ingin mengelak,akibat dr masalalu itu memang g bs kita nafikan.

#np:the trees and the wild-honeymoon on ice

Sedari lahir,sampai ak lulus sd,ak tinggal dan dididik mbah dari ibu ku,yg otoriter punya gt deh hehe.sejujurnya,dampak dr hal itu sudah terlihat sejak ak “diambil alih” ayah(maksudnya,berhubung mbahku sudah g produktif dan g bisa mbiayai ak lagi)hingga saat smp ak mulai ngekos.ak merasakan betul dampak tak pernah hidup bersama dgn orang tua dr lahir,yg ayahku pulang ke jawa (keduanya kerja di Kalimantan timur) hanya 2 tahun sekali,dan ibuku malah bisa 3 tahun sekali.banyak teman yg bertanya “kamu g kangen,gas?”.”ya kangen lah” jawabku.sejujurnya ak ingin menjawab “sudah biasa”.bahkan parahnya ak sempat merasa hal itu “sudah biasa”.mana nuraniku sbg anak?sudah,bukan hal yg perlu dibahas kali yah aha tp memang kenyataannya begitu.ak sempat ingat saat nenekku membawaku ke rumah ayah saat kecil,ak lebih nempel pada mbahku dripada ayah.ayahku juga sering marah krn hal itu,krn dikira ak di “brainwash” keluarga ibuku,padahal ayah adalah ayahku.ak yg belum mengerti hal2 rumit bgt malah berpikir imej ayah yg “buruk” krn sering  marah.(aku memanggil kakek-nenek dgn bapak-ibuk dan ayah-ibu dgn mamak-papa)

Hingga saat 6 sd saat ku tahu ayah-ibu cerai,yg sejatinya terjadi saat ak 3 sd.bukan hal yg “wow”,krn aku sudah bisa berpikir tentunya.tentu reaksiku juga g seperti anak remaja yg di termehek-mehek yg sertamerta memihak salah satu pihak orang tuanya,marah-marah,bahkan g jarang menyumpahi yg mereka angggap salah.kalian BODOH!itu bukan hak kita mengejudge orang tua seperti itu,ada alasan2 yg g perlu kita tau,krn hal itu lebih baik kita g tau.kalaupun kita akhirnya “diberi tahu”,itupun bagiku hanya sekedar tahu.g ada gunanya ngungkit2 hal2 yg bukan semestinya kita riwuk I,krn kita emang g terlibat disitu.yaaaa gila juga ak bisa berpikir kayak gt saat 6 sd.tp ak yakin masih banyak yg lebih dewasa dibanding ak saat itu.ak tak peduli dengan status “cerai” atau apalah.itu hanya status diatas putih men,status abadi org tua kandung sbg yg melahirkan kita di dunia itu g bs dibantahkan.bahkan saat ayah ibuku sudah punya keluarga sendiri,ak tidak merasa ‘terbuang’,krn memang keadaan memaksa begitu (bukan pasrah),dan ak yakin nurani siapapun sbg org tua pasti masih memliliki tanggung jawab bagi anaknya,ya bagi aku sendiri.sejak saat itu,ak terus belajar agar tidak gampang menyalahkan orang tua.ya,kita boleh koreksi perkataan org tua yg sejatinya tak sesuai dgn kita,tp jgn sampai kita dgn gampang menjudge ortu kita.itu bukan hak kita.setiap org tua punya cara mengasihi anaknya sendiri bro.

Yak kembali ke masalah saya yg belakangan ini (sejak diambil ayah).ayah mulai membiayaiku sejak smp,dan ak mulai ngekos (jujur,ak tak menuntut org tuaku membiayaiku,apalagi ibuku).ak agak ‘canggung’ saat awal2,padahal dia ayahku!yassalaaam -,- anak macam apa aku ini.ak jg merasa bersalah karena saat hidup bersama nenekku,ak sangat-berprestasi-sekali.juara menggambar,juara aritmatika provinsi,rangking 1 5 kali.tp sejak bersama (g bersama ding,Cuma mbiayai aja hehe) ayah,aku smp nilai pas2an,sma aku masuk kelas “bahasa” (pas itu kelas ipa jd trend bo’),lalu kuliah ini aku,bisa ak bilang,di-DO! (ak men-DO kan diriku sendiri).gila!anak macam apa aku ini,ak sempat berpikir kalau ak ada di posisi ayah,org tua mana yg g bakal menyesal ataupun menangis jika gagal mendidik anaknya hingga org tua “lepaskan” si anak di pelaminan?g ada satupun!ak kurang kesadaran akan peran ku sebagai anak dan laki dalam keluarga saat itu,trus terang saja.

#np:oasis-don’t look back in anger

Ak merasa it semua g lepas dr kurangnya didikan org tua scr langsung.bukan brarti ak g menganggap mereka “org tua” ku lho ya.ak jg g menyalahkan siapapun.hanya saja,komunikasi serasa bagaimana ya…kadang ak agak iri juga kalau liat teman bisa dengan santainya ngobrol dgn ortu lewat telpon.”pi,papi ak bis ini pulang ya””iyo pak,duwik manganku entek hehehe””oalah iya ma,besok tak balik kesana” dan lain sebagainya.ak sempat bertanya2 “anak2 ini kok bisa seakrab gt sama ortunya,sedangkan ak g.padahal yg diobrolin cuman basa-basi biasa,tak jarang malah minta uang (jujur,ak paling g bs kalau minta apa2 ke orang tua,karena belum ada timbal balik setimpal dr diriku ke orang tua).kapan ak bs gt ya?”.parah mungkin km bs ngejudge ak bro hehe tp coba rasakan kalau km ada di posisiku.setengah tahun umurku hingga saat ini,tanpa didikan org tua.ibaratnya anak ayam yg br menetas,ak tak melihat indukku,tp kucing.ya ak nempelnya sm kucing it.ak malah jd menyalahkan diri sendiri,apa yg ak harus ak lakukan?karena rasanya aneh juga kalo ak guyon2 sama ortu,trkesan geje -,-.temanku juga pernah bilang “halah gas,bapakku dewe wes koyok koncoku dwe hahahancok haha”.enaknya :)

lalu,hubungan anak-ortu it harus bagaimana?

Apakah komunikasi verbal itu memang diperlukan?

Ak g pernah meragukan posisi orang tua sebagai insan yg melahirkan aku,yg ak harus berbakti pada mereka.ak hanya tahu,tanpa banyak bicara,ak akan membalas kepercayaan kalian dgn menjadi org yg bisa kalian banggakan.ak yakin,harapan org tua trhdapa anak it g muluk2,anak2 mereka bisa sekolah baik,kuliah (jika ada kesempatan) yg lancar,lalu bisa mencari kerja yg baik bg mereka (anak),krn tanggung jawab ortu satu-persatu sudah lepas dr situ.memang,ada beberapa jenis ortu yg kadang “ekspektasi” nya besar.biasanya yg gt org yg tergolong sukses dan hartawan.tp it smua tak lepas dr masalalu mereka men!demikian juga ayahku.ayahku dulu jualan es sama ngangkut pasir,kalau sekolah tawur terus.kalau ibuku dr lahir sudah enak,salon nomer 3 terbaik di Indonesia (sumpah,ak jg kaget liat piagamnya),tp semenjak cerai garis hidup it serasa dibalik,ayahku diatas,ibuku dibawah.g ada org yg bs diatas tanpa terpuruk.krn itu,mereka ingin anak mereka (sebisa mungkin) agar tidak sejerih usaha ortu mereka.toh dgn kkuatan financial ortu yg seperti itu,mereka dan kita,y sbg anak,bisa skolah setinggi mungkin.jd turutilah apa mau ortu,selama masih bisa membiayai,dgn input2 pndapatmu pula tentunya.

ah ak sadar akan hal itu tp sulit menerapkannya.sampai sekarang ak masih mengabur tentang hubungan anak-ortu sehari2.apa yg harus ak lakukan?ak kadang g paham akan hal ini,kawan.aku bertanya langsung pun,rasanya memalukan sekali.hal sekecil itu masih perlu sipertanyakan?mungkin itu jwab mereka.anak macam apa aku ini?tp aku benar2 sayang org tua ku,tp mungkin caraku ada yg salah,tp g tau harus gimana.aku harus bagaimana?ak minta penjelasanmu, kawan…..

Monday, August 22, 2011

Human Illustration ; Sketchwork




1)when the darkest heart eats nothin but its own mind and body
2)under-controlled,or uncontrolled (?)
3)when mind is completely complicating into the cube of emptyness
4)poor tier agressor

Sunday, August 21, 2011

Hutang

"selamat ulang tahun!semoga liga pendidikan mu sukses!
nb:arloji ini ada biar kamu g bawa2 jam dinding ke tasmu lagi! :p"
....dengan tanda tangan,seutas hati di pucuk.....
.... setaun yg lalu,tgl 17 desember....
bagiku yg biasa2 saja thdp perempuan (saat itu),bagiku itu bukan sesuatu yg spesial...

seumur-umur,baru kali ini merasakan ini
seorang perempuan benar-benar bisa membuat "hutang"
yg mungkin,ak g bisa maafin diri sendiri,walau aku sukses nanti
agak naif kalo curhat di jurnal berupa blog spt ini
tp apa tiada daya,ak tak punya lagi rumah untuk sebentuk kata...


sudah lama aku berposisi seperti itu,terus terang saja,kadang ada saja yg "mencoba dekat",sejak sma
kadang aku senang dgn keadaan seperti tu,tp di sisi lain aku jg merasa risih
maksudnya bukannya aku jual mahal,tapi:"kenapa mereka memilih aku?"
aku bukan orang penting,gaulpun tidak
aku bukan orang kaya,punya mobilpun tidak
aku hanya seniman jalanan...
yg mencoba hadapi hidup seperti angin yg menerpa lambat.
banyak yg datang,lalu menghindar..
ada yg datang,lalu mundur mengalah demi yg lain..
tak jarang konflik internal antara hati mereka dan pilihannya
kadang tersa aneh krn aku tahu semuanya.tnpa perlu mencari tahu...
kadang itu juga jadi "beban" tersendiri,krn ak "tak bergerak" sedikitpun..malah menyiksa mereka...

tak jarang,bahkan mungkin selalu,ak langsung menjauh
menjelaskan alasan2 yg masuk akal,tp ada alasan yg lebih dalam dr itu,yg tak perlu mereka mengerti
"mereka semua orang baik dan perfect di bidangnya,sedangkan aku tak punya kapasitas sbg "pendamping" yg baik bg mereka,hanya tak ingin mrk mengepal sesal di kemudian hari,hanya karena "emosi dan perasaan" sesaat."
bener2 g enak jelasin semua kayak gini,tp apa boleh buat
suatu hubungan adalah komitmen.memang tak ada komitmen yg abadi,tp seberapa lama kita mau menjaga komitmen itu,atas dasar2 yg masuk akal pula tentunya.

sampai tiba pada perempuan yg satu ini,g perlu tak sebutin namanya.yg pasti dia baik,solehah,dan sedrhana (walau kalo makan sukanya di mall).ngajak makan,nonton bioskop,beliin kado ultah...kurang apa coba?dia juga lumayan cantik,tp apalah arti fisik buatku,kecuali senyum.sampai tahap sharing2 kehidupan satu sama lain.aku bener2 suka sharing hidup,jikalau aku bisa membantu kehidupan mereka jd lebih baik,ingin bilang "ini hidupku,jangan sampai kayak hidupku ya..."

dia paling berpengaruh selama ak di awal kuliah.mbantu sembarang kalir selama ospek,maksa aku agar lebih disiplin,sampe dia ngantri buat keringanan spp buat ak,tp tak ku gubris,krn waktu it ak benci hal2 ruwet dan berpikir "ngapain susah2 antri?" hingga aku sadar suatu ketika dan berpikir "knp dia rela susah2 antri,untuk ku?".payah,kenapa alasan selalu datang belakangan!?ak bener2 g peka sama sekali thdp perempuan,tidak menghargai usaha dia yg hanya mau membantuku jd lebih baik.krn yg hanya kupikir addalah "menjauh" agar g "masuk lubang" yg sama sepertiku.tapi ternyata....

yoi,penyesalan datang di saat yg g tepat.ya di akhir.mungkin karena dia yg "mencoba dekat" itu sampai segitunya,ak bener2 merasa menyesal yg paling mendalam.ak g peduli dia sudah punya pendamping atau gak,hal ini2 benar2 satu noda dalam kisah2 yg sama spt ini!hal yg paling sulit buat maafin diri sendiri.ak sempat bilang maaf via sms.dia cuma jawab "udah,km g punya salah kok gas :)".pikirku saat itu "yaiyalah,km g punya salah,melupakan kesalahan org bukan hal yg sia2,apalagi km sudah menemukan "yg tanggap" akan perhatian mu itu,tidak seperti aku yg punya salah,hanya hal kecil,yg makna penyesalannya lebih besar dripada ak di DO"

entahlah.mungkin akan tiba waktunya.saat yg tepat.entah brapa hari raya dan brp permohonan maaf yg sanggup melepas beban "hutang" ini.ak tak berharap km kembali atau tidak,hanya tolong maafin ak,entah dgn cara apa,dgn bgt ak bs maafin diri sendiri.ak tidak peduli dgn arloji yg kau berikan,aku masih menyimpan sepucuk surat ucapan yg mungkin buatmu biasa saja,tp buatku itu "titik kunci" penyesalan ini.....entah kapan,kau sempat membaca ini......semoga...

*kadang saat kita terlalu berharap,yg kita harapkan malah g datang n potensi sesal semakin besar.malah yg tingkat harapannya tidak terlalu,hal yg datang sangatlah besar dan berharga
karena itu ak g terlalu berharap,tp ak g akan melupakan dengan membuang masalalu itu*


Monday, July 11, 2011

Restart Dimensi

terbangun
si bidak plastik yg rapuh
aku bidak warna apa?
oh,merah
setahuku dulu aku bidak hitam

knapa ak masih disini?
knapa yg lain sudah separuh jalan?
sedang aku masih disaku belakang
siapa yang menaruhku di kotak start kembali?
oh,Tuhan
pemilik permainan ini
ternyata papan ini lebih luas dr yg kulihat

lalu,mana daduku?
senjata simbolik penegak langkahku
aku butuh itu!
tolong pinjami aku dadumu!
tidak mau?
lalu,daduku dimana kawan?
ha?

ternyata aku salah mengartikan permainan ini
dadu itu digenggam tiap bidak
tongkat jalan beriring tekad
aku telah membuang syarat permainan
ya,dadu itu
aku lupa melemparnya kembali
sedang yg lain menemukan tangganya
aku masih di saku belakang

ular itu yg salah!dia yg membelitku!
oh,bukan
itu salahku
ular dan dadu ada pada otak bidak
membuang dadu dan melempar ular
bermain seenak pusarnya sendiri
ular itu,aku.
namun dadu itu juga,aku
bidak itu,menghitam

berarti
aku harus melempar daduku ya?
ini giliranku bukan?
pertanyaan yg hanya bs dijawab oleh bidak merah
ya,nomor kotak kita boleh berbeda
tp tamat kita bersama
bidak itu sekarang menjemput tangga
bergegas renggut tangga pemilik papan ini
akan kuubah semua mata daduku menjadi enam!
jangan tunggu aku,kawan
biar bidak merah yg melihat punggung kalian
hingga dikala kalian berganti melihat punggungku...



Rolliandy Bagas,11 July 2011
16:28

hanya ungkapan perasaan.ya,kalian boleh sebut saya NATO(no action talk only).saya ternyata salah pijakan berpikir.saya mersa kehilangan motivasi adalah kegagalan dalam bertindak,dan tindakan dapat diambil bila kita punya motivasi,hingga akhirnya saya dibangunkan oleh ini: "tindakan ada bukan karena motivasi,namun dengan bertindak motivasi itu muncul belakangan" -Dr.Oz-
ya,saya sudah bertekad mengembalikan track saya.saya sangat berterima kasih dengan 1 tahun yg kalian berikan,kawan :) ak bertemu banyak org hebat.semoga kalian tetap jd org yg lebih baik,hingga aku sejajar dengan kalian.amin.trims.

Monday, June 27, 2011

Famous Last Words

Sometimes we could say something inspiring but fortunate before our last breath.this is the famous last words of all time:




  • Don't let it end like this. Tell them I said something.
    Francisco ("Pancho") Villa





  • I'll be in Hell before you start breakfast!
    "Black Jack" Ketchum, notorious train robber





  • Now, now, my good man, this is no time for making enemies.
    Voltaire (attributed), when asked by a priest to renounce Satan





  • Get these fucking nuns away from me.
    Norman Douglas





  • Don't worry...it's not loaded...
    Terry Kath, rock musician in the band Chicago Transit Authority as he put the gun he was cleaning to his head and pulled the trigger.





  • Is someone hurt?
    Robert F. Kennedy, to his wife directly after he was shot and seconds before he fell into a coma.
  • the Facts of A. Lincoln and J.F. Kennedy Death

    Life


  • Both presidents had 7 letters in their last name.



  • Both were over 6' feet tall.



  • Both men studied law.



  • Both seemed to have lazy eye muscles, which would sometimes cause one to deviate.



  • Both suffered from genetic diseases. It is suspected that Lincoln had Marfan's disease, and Kennedy suffered from Addison's disease.



  • Both served in the military. Lincoln was a scout captain in the Black Hawk War, and Kennedy served as a navy lieutenant in World War II.



  • Both were boat captains. Lincoln was a skipper for the Talisman, a Mississippi River boat, and Kennedy was skipper of the PT 109.



  • Both had no fear of their mortality and disdained bodyguards.



  • Both often stated how easy it would be to shoot the president. Lincoln supposedly said, "If somebody wants to take my life, there is nothing I can do to prevent it." Kennedy supposedly said "If somebody wants to shoot me from a window with a rifle, nobody can stop it." Note that both these quotes are each 16 words long.

    Death




  • Both presidents were shot in the head, on a Friday.



  • Both were seated beside their wives when shot. Neither Mrs. Lincoln nor Mrs. Kennedy was injured. Both wives held the bullet-torn heads of their husbands.



  • In each case, the man was injured but not fatally. Major Henry Rathbone was slashed by a knife, and Governor John Connolly was shot.



  • Lincoln sat in Box 7 at Ford's Theatre. Kennedy rode in car 7 in the Dallas motorcade.



  • Lincoln was shot at Ford's Theatre. Kennedy was shot in a Ford product, a Lincoln limousine.



  • Mrs. Kennedy insisted that her husband's funeral mirror Lincoln's as closely as possible.
  • 10 Places You Dont Want to Visit (Maybe)

    These are ten places you don’t want to visit! Having said that, maybe the curious would get a thrill from visiting some of these strange and dangerous places, but for most of us, reading about it is quite enough. Feel free to mention any other contenders for the list in the comments.

    10.Great Pacific Garbage Patch – Pacific Ocean

    plastic1-tm
    The Great Pacific Garbage Patch, also described as the Pacific Trash Vortex, is a gyre of marine litter in the central North Pacific Ocean located roughly between 135° to 155°W and 35° to 42°N. Most current estimates state that it is larger than the U.S. state of Texas, with some estimates claiming that it is larger than the continental United States, however the exact size is not known for sure. The Patch is characterized by exceptionally high concentrations of pelagic plastics, chemical sludge, and other debris that have been trapped by the currents of the North Pacific Gyre. The patch is not easily visible because it consists of very small pieces, almost invisible to the naked eye, most of its contents are suspended beneath the surface of the ocean. This is not a place the average Joe would want to visit.

    9. Izu Islands – Japan

    screen-shot-2010-03-22-at-12-26-39-pm-tm
    The Izu Islands are a group of volcanic islands stretching south and east from the Izu Peninsula of Honshū, Japan. Administratively, they form two towns and six villages; all part of Tokyo. The largest is Izu Ōshima, usually called simply Ōshima. Because of their volcanic nature, the islands are constantly filled with the stench of sulfur (extremely similar to the smell of thousands of farts). Residents were evacuated from the islands in 1953 and 2000 due to volcanic activity and dangerously high levels of gas. The people returned in 2005 but are now required to carry gas masks with them at all times in case gas levels rise unexpectedly.