lets talk a quick argument about my department.
firstofall, im very gratefully happy to be involved at this dept as well.
apa yang membuat kuliah di jurusan desain interior SANGAT menyenangkan adalah,firstofall, im very gratefully happy to be involved at this dept as well.
kamu bisa eksplorasi ide mu di tiap semesternya :))
seenggaknya, saya memilih untuk tidak "kuliah aman" di tiap semester.
ada hal yang jauh lebih penting dari sekedar orientasi nilai.
meskipun, nilai akhir adalah refleksi dari proses belajar dalam satu semester.
dan saya sendiri, bukan manusia dengan attitude "niat" yang baik.
selama beberapa tahun kuliah di dua universitas ternama di jawa timur, saya belajar.
sejak masuk sini pun, saya sudah malas berurusan dengan hal ribet seperti hima etc etc
selama beberapa tahun kuliah di dua universitas ternama di jawa timur, saya belajar.
bahwa nilai A, 100% tidak berasal dari proses ideasi individu. (yo lawas jon )
banyak role model, apalagi di kampus yang sekarang
bahwa nilai A, bukan cermin kualitas wawasan individu
banyak faktor non-teknis memang, dan prosentasenya sangat besar.
banyak role model, apalagi di kampus yang sekarang
bahwa nilai A, bukan cermin kualitas wawasan individu
banyak faktor non-teknis memang, dan prosentasenya sangat besar.
saya pribadi tidak menganggap teman yang memiliki IPK tinggi di kelas,
adalah bener-bener cerminan kualitas mereka.
saya gak akan pernah minder.
hanya agak, sangat, menyesali sifat malas menata diri, meskipun berani bersaing.
balik ke society nya jurusan ini,
adalah bener-bener cerminan kualitas mereka.
saya gak akan pernah minder.
hanya agak, sangat, menyesali sifat malas menata diri, meskipun berani bersaing.
balik ke society nya jurusan ini,
agak kecewa memang.
imaji yang saya dapat tidak seperti yang saya benar-benar harapkan.
meskipun,
ada beberapa notable player di jurusan,
yang benar-benar punya kualitas.
meskipun,
ada beberapa notable player di jurusan,
yang benar-benar punya kualitas.
punya sense spasial yang baik,
wawasan arsi yang mumpuni,
wawasan arsi yang mumpuni,
atau kemampuan aplikasi komputerisasi.
dari sana, saya jadi berasumsi mentah.
dari sana, saya jadi berasumsi mentah.
jurusan interior di kampus ini, kurang semangat.
sampai sejauh mana ilmu tersebut mampu di definisikan?
sampai seberapa dalam ilmu tersebut mau di manifestasikan?
it tends to get a lack of competitive and hi-quality student, at last. ( i mean, the real deal of quality )
dari sana juga, saya belajar
kompetitif itu sifatnya komparatif.
andai tiap individu punya basic keunggulan masing-masing,
tak ada yang perlu dibandingkan, bukan?
dari sana, tiap mahasiswa lebih peduli pada individual interest masing-masing.
ketimbang kualitas jurusan secara kolektif.
sampai sejauh mana ilmu tersebut mampu di definisikan?
sampai seberapa dalam ilmu tersebut mau di manifestasikan?
it tends to get a lack of competitive and hi-quality student, at last. ( i mean, the real deal of quality )
dari sana juga, saya belajar
kompetitif itu sifatnya komparatif.
andai tiap individu punya basic keunggulan masing-masing,
tak ada yang perlu dibandingkan, bukan?
dari sana, tiap mahasiswa lebih peduli pada individual interest masing-masing.
ketimbang kualitas jurusan secara kolektif.
yang punya peluang berprestasi, ya itu-itu aja coy.
mau lulus cepat,
IPK bagus,
terus melanjutkan S2 di kampus yang sangat mumpuni,
atau yang lainnya.
IPK bagus,
terus melanjutkan S2 di kampus yang sangat mumpuni,
atau yang lainnya.
saya menganggap, semua mahasiswa/siswi di jur ini mempunyai basic skill yang sama
tapi sayangnya dengan mindset yang berbeda.
entah apa karena jur interior ini termasuk yang paling "ditirikan"
atau dari minat dan bakat, interior ini termasuk rendah.
sedari awal, banyak yang anggap jurusan interior adalah prodi paling remeh diantara dkv dan prodak.
dan, fenomena seperti itu benar-benar membuat saya MARAH dengan false paradigm tsb.
atau dari minat dan bakat, interior ini termasuk rendah.
sedari awal, banyak yang anggap jurusan interior adalah prodi paling remeh diantara dkv dan prodak.
dan, fenomena seperti itu benar-benar membuat saya MARAH dengan false paradigm tsb.
pada awal saya kuliah di interior,
saya pernah ditanya begini,
"gambarmu kayak gini, opo o gak masuk dkv apa prodak?"
jujur, saya paling benci ada orang yang beranggapan begitu.
setiap orang yang beranggapan begitu akan saya asumsikan mereka meremehkan jur interior.
saya pernah ditanya begini,
"gambarmu kayak gini, opo o gak masuk dkv apa prodak?"
jujur, saya paling benci ada orang yang beranggapan begitu.
setiap orang yang beranggapan begitu akan saya asumsikan mereka meremehkan jur interior.
msuk jur interior bukan semata-mata karena itu pilihan terakhir,
atau rate yang paling rendah.
tapi, seharusnya, karena benar-benar dari kesadaran sendiri.
atau rate yang paling rendah.
tapi, seharusnya, karena benar-benar dari kesadaran sendiri.
saya ingin belajar ini.
saya ingin lebih baik dalam hal ini dari siapapun. etc etc
.............................................
ah sudahlah.
jurusan ini mau membentuk hima baru , besok.
meskipun angkatan saya cuma sampai tengah tahun ini.
saya cuma berharap hima interior gak bekerja karena "amanah"
sudah banyak dosen interior yang jengkel dengan lingkungan despro ini, sebenarnya.
saya ingin lebih baik dalam hal ini dari siapapun. etc etc
.............................................
ah sudahlah.
jurusan ini mau membentuk hima baru , besok.
meskipun angkatan saya cuma sampai tengah tahun ini.
saya cuma berharap hima interior gak bekerja karena "amanah"
sudah banyak dosen interior yang jengkel dengan lingkungan despro ini, sebenarnya.
mudah untuk menilai habit jurusan ini, warganya dan perannya di mata prodi yang lain.
dan semoga saja asumsi saya MEMANG tidak benar.
dan semoga saja asumsi saya MEMANG tidak benar.
sejak masuk sini pun, saya sudah malas berurusan dengan hal ribet seperti hima etc etc
sudah kenyang dengan segala tetek bengeknya dulu.
saya kenal beberapa anak di kelas yang memang benar-benar kompeten di bidangnya.
cuma berharap sebelum lulus ada perubahan dari social paradigm dan habit yang cyclist ini ajasih.
sejak awal saya menganggap jurusan ini jauh, sangat jauh lebih istimewa dari 2 prodi lainnya.
saya kenal beberapa anak di kelas yang memang benar-benar kompeten di bidangnya.
cuma berharap sebelum lulus ada perubahan dari social paradigm dan habit yang cyclist ini ajasih.
sejak awal saya menganggap jurusan ini jauh, sangat jauh lebih istimewa dari 2 prodi lainnya.
interior '11 juga angkatan istimewa, dengan segala macam tipikal anak-anaknya.
setahun-setahun setengah kedepan, angkatan ini gak berasa mau lulus.
jadi,
jangan sia-siakan :))
setahun-setahun setengah kedepan, angkatan ini gak berasa mau lulus.
jadi,
jangan sia-siakan :))