mimpi.Bukan artian harapan yang sering kita genggam seraya berjuang lewat langkah kaki lelah kita.Namun ini mimpi yg tak bs kita kehendaki layaknya memilih majalah bulanan di bookstore.Ya.Mimpi di saat kita pejamkan mata.Dimensi bawah sadar diantara aktifitas detik.Dimensi ruang dan waktu yang lain,menyingkir dari peradaban kenyataan.di satu sisi mimpi bisa berarti "rehat" dan "fantasi" bg jiwa yang lelah ditikam aktifitas sehari-hari.tp di lain pihak mimpi bisa jadi "pembunuh" seperti tanda yang entah kapan akan datang,tp kita seperti diawasi hal buruk krn kita memang tidak tahu menahu kapan tanda itu akan muncul.
bagi saya sendiri,saya tak pernah bermimpi aneh-aneh sperti ibu-ibu yang suka membaca primbon,lelaki tua yang suka mengarungi nasib bawah sadarnya,atau remaja yang gelisah saat mereka memimpikan imaji buruk.hanya saja,sering sekali saya memimpi kosong.bagaimana menjelaskannya,karena memang terasa seperti tak bermimpi.tiba-tiba terbangun di pagi hari.kalaupun bukan mimpi kosong seperti itu,saya biasanya mengalami dua macam mimpi,tp tetap saya anggap sebagai satu pertanda.setiap saya dan data-data diotak saya -berupa tempat,dan wajah2 yang kukenal- ikut hanyut melebur bersama mimpi saya,itu selalu saya anggap sebagai satu tanda yg (mungkin) pasti akan terjadi.entah kapan.
yang pertama,saya seperti mengidap dejavu sepanjang umur ini,tp yg "pernah" terjadi itu ternyata dri sebuah mimpi.entah sudah berapa puluh,atau mungkin hampir ratusan kali sejak saya duduk di bangku sekolah dasar.terkadang saya seperti memimpikan hal biasa,seperti aktifitas saya pada umumnya,bertemu teman-teman,kuliah,menggambar,ataupun bekerja sambilan.ketika terbangun pun rasanya biasa saja,hambar.tak ada rasa lelah ataupun cemas.otomatis dengan situasi seperti itu yang bisa kita lakukan ya hanya melupakannya -atau mungkin ter-lupa-.hingga pada suatu ketika tiba-tiba ada momen yang terlewat dan ter-alami.rasanya sempat shock sekali,seraya gelisah berkeringat.biasanya saya langsung berpikir begini "gila,lagi-lagi." "rasanya pernah ngalami ini tadi.tp dimana?rasanya persis sekali,tak ada yg terlewat satu titik pun".ya itu tadi.seperti de javu.rasanya kejadian yang sama terulang kembali.tp untuk kasus saya ini tak mungkin lebih dr 2 kali.tiap2 "moment of dream that passing through" saya selalu merinding.entahlah.rasanya seperti bocoran takdir.tp tak bisa dihindari.siapa yg bisa menghindari takdir?
yang kedua,ini tipe yang paling saya takuti.bukan mimpi yg berisi aktifitas langsung,tp benar2 beda 180 derajat.input2 data di otak tetap orang2 yang selama ini kita kenal.namun dimensi ruang nya yg beda.seperti cerita bergambar,film,atau mungkin fantasi kitapun kalah.bagaimana menjelaskannya yaa,kadang kata tak bisa mewakili yang tak mampu terkata.atau mungkin saya belum menemukan padanan kata yg pas.bagai keterasingan dr tempat2 yg biasanya saya kenali.kadang "jalan cerita" mimpi ini agak absurd (sekali).latar bisa berpindah dengan cepat,dan bisa rasanya menikam tiba-tiba.kepala serasa ditekan kuat hingga ubun-ubun.
dulu saat 6 bulan silam,saat saya waktu itu nilai semester pertama dapat IP satu tanpa koma.saya yang memang (mencoba) terlihat biasa saja itu bermimpi begini.mimpi singkat,tp saya selalu berpikir dn merenung kalau teringat mimpi ini.latar belakang saya berada entah dimana,tp seperti gedung sekolah begitu,dengan teman-teman saya satu prodi (satu kelas) duduk berjejer di bangku2 kayu reot.semua melihat kearah saya yang ada di tengah lapangan (anehnya,saya bs melihat bayangan sosok saya sendiri).ada yang tersenyum dan ada yg menangis.entah tiba-tiba saya saat itu menyalami anak-anak dan teman-teman saya satu persatu,dengan pelukan.rasanya saat itu hangat sekali namun di satu sisi rasanya ada beku yg menghambat.sudah saya salami satu-persatu,tp teringat ada dua orang yang tak sempat saya salami.alih-alih saya datangi,wajah dua orang itu tak menatap saya sama sekali.hingaa tiba-tiba saat ingin menyalami sisa orang itu saya tebangun.pertama nya saya biasa saja,tp lama-lama kok keringat dingin tak pernah munafik.sempat saya "curhat" mimpi saya di twitter suatu kala.saya percaya mimpi ini suatu pertanda.dan benar saja,tengah tahun ini saya harus berpisah dengan mereka karena nilai yang "hampir" selamat.saya tak akan bilang nilai yang tidak selamat,karena saya tahu saya bisa lebih baik dr itu.dan saya pindah ke surabaya.tiap memikirkan mimpi itu,saya benar-benar tau kalau mungkin memang waktunya "pergi".dan lagi-lagi bocoran takdir dgn cara lain.
dan yang saya impikan seminggu ini.semi-horor.entah apa karena saya terlalu memaknai mimpi tersebut,Tuhan jd "tertantang" memberi takdir sesuai penafsiran kita atau bagaimana,yang pasti rasa tak bisa dibohongi.rasa cemas hingga berkeringat tanpa sebab.yang ini,berlatar belakangi rumah tingkat dua lantai.ceritanya,lg makan besar satu keluarga.keluarganya ibu saja sih kalau saya lihat-lihat.saat itu kurang kakek,dan saya disuruh mencari.saya pun mencri ke balkon,seraya mengikuti suara "krenyes-krenyes" seperti makan kerupuk.ya,kakek memang disitu."lho pak (panggilan ke kakek) ngapain makan sendiri disini?" "hmm g popo nak,mending liat en yg lagi makan" kakek bicara begitu sambil memandang atap lantai dua.merasa heran,aku menengok apa yg dilihat kakek (anehnya parking lot yg bertingkat-tingkat itu ada di sebelah rumah) dan truk tangki menabrak pembatas parking lot bertingkat itu dengan kecepatan sangat tinggi.panik.langsung saat saya ingin memberi tahu keluarga untuk menyelamatkan diri,semua terlambat.ya,ak dan truk memang tiba di saat yang sama di ruang keluarga,jd saya melihat sendiri keluarga yang mati tertimpa,terinjak,terlindas mesin dan mesin bawah truk itu.kepala penyet lah,tangan berceceran dimana-mana,darah merah gelap yang terciprat ke muka saya lah,atau yang sulit saya definisikan.rasanya horor sekali,tp tetap merasa heran sambil mengernyitkan dahi,dgn mata yang kosong pula.mimpi macam apa ini?apa harus se na'as ini?
pindah latar,kakek hilang entah kemana,dan hanya sendiri,tp hawa membunuh makin mengikuti.ya.hanya mengikuti,terasa diawasi,tp saya seperti bukan target utama,atau mungkin belum waktunya.dan seketika itu saya terbangun.gila men,sbg insan yang mulai menikmati nikmatnya bawah sadar tiba-tiba paranoid akan lelap.sempat gentar akan tidur kembali,kalau-kalau mimpi itu terlanjut (karena biasanya begitu),tp ternyata tidak.entahlah ,saya sekarang sedang mencoba mendefinisikan itu.... rasanya akan kehilangan sesuatu.saya mencoba positif dengan asumsi "mungkin hanya masalah internal keluarga".tp kalau mimpi nya saja se tragis itu,mau gimana yaa..sulit juga.sebisa mungkin tidak mendefinisikan itu sebagai kematian yang akan datang.nanti Tuhan menguji penafsiran saya dengan kenyataan.
hah!hati-hati terhadap penafsiran mimpi,kawan...hanya sharing cerita sedikit,saya tak ingin dianggap aneh atau bagaimana.saya tahu mungkin ada yang lebih "ekstrim" lagi diluar sana,karena konyol sekali kalau berpikir kita adalah "satu-satunya".hanya saja "kejujuran" mereka hanya cukup mentok di hati dan fikir mereka.maaf juga bila kata-kata saya yg tak tertata dengan baik krn saya jg bukan penulis yang baik.ada yang perlu di"dobrak" selama itu perlu...