Monday, August 22, 2011

Human Illustration ; Sketchwork




1)when the darkest heart eats nothin but its own mind and body
2)under-controlled,or uncontrolled (?)
3)when mind is completely complicating into the cube of emptyness
4)poor tier agressor

Sunday, August 21, 2011

Hutang

"selamat ulang tahun!semoga liga pendidikan mu sukses!
nb:arloji ini ada biar kamu g bawa2 jam dinding ke tasmu lagi! :p"
....dengan tanda tangan,seutas hati di pucuk.....
.... setaun yg lalu,tgl 17 desember....
bagiku yg biasa2 saja thdp perempuan (saat itu),bagiku itu bukan sesuatu yg spesial...

seumur-umur,baru kali ini merasakan ini
seorang perempuan benar-benar bisa membuat "hutang"
yg mungkin,ak g bisa maafin diri sendiri,walau aku sukses nanti
agak naif kalo curhat di jurnal berupa blog spt ini
tp apa tiada daya,ak tak punya lagi rumah untuk sebentuk kata...


sudah lama aku berposisi seperti itu,terus terang saja,kadang ada saja yg "mencoba dekat",sejak sma
kadang aku senang dgn keadaan seperti tu,tp di sisi lain aku jg merasa risih
maksudnya bukannya aku jual mahal,tapi:"kenapa mereka memilih aku?"
aku bukan orang penting,gaulpun tidak
aku bukan orang kaya,punya mobilpun tidak
aku hanya seniman jalanan...
yg mencoba hadapi hidup seperti angin yg menerpa lambat.
banyak yg datang,lalu menghindar..
ada yg datang,lalu mundur mengalah demi yg lain..
tak jarang konflik internal antara hati mereka dan pilihannya
kadang tersa aneh krn aku tahu semuanya.tnpa perlu mencari tahu...
kadang itu juga jadi "beban" tersendiri,krn ak "tak bergerak" sedikitpun..malah menyiksa mereka...

tak jarang,bahkan mungkin selalu,ak langsung menjauh
menjelaskan alasan2 yg masuk akal,tp ada alasan yg lebih dalam dr itu,yg tak perlu mereka mengerti
"mereka semua orang baik dan perfect di bidangnya,sedangkan aku tak punya kapasitas sbg "pendamping" yg baik bg mereka,hanya tak ingin mrk mengepal sesal di kemudian hari,hanya karena "emosi dan perasaan" sesaat."
bener2 g enak jelasin semua kayak gini,tp apa boleh buat
suatu hubungan adalah komitmen.memang tak ada komitmen yg abadi,tp seberapa lama kita mau menjaga komitmen itu,atas dasar2 yg masuk akal pula tentunya.

sampai tiba pada perempuan yg satu ini,g perlu tak sebutin namanya.yg pasti dia baik,solehah,dan sedrhana (walau kalo makan sukanya di mall).ngajak makan,nonton bioskop,beliin kado ultah...kurang apa coba?dia juga lumayan cantik,tp apalah arti fisik buatku,kecuali senyum.sampai tahap sharing2 kehidupan satu sama lain.aku bener2 suka sharing hidup,jikalau aku bisa membantu kehidupan mereka jd lebih baik,ingin bilang "ini hidupku,jangan sampai kayak hidupku ya..."

dia paling berpengaruh selama ak di awal kuliah.mbantu sembarang kalir selama ospek,maksa aku agar lebih disiplin,sampe dia ngantri buat keringanan spp buat ak,tp tak ku gubris,krn waktu it ak benci hal2 ruwet dan berpikir "ngapain susah2 antri?" hingga aku sadar suatu ketika dan berpikir "knp dia rela susah2 antri,untuk ku?".payah,kenapa alasan selalu datang belakangan!?ak bener2 g peka sama sekali thdp perempuan,tidak menghargai usaha dia yg hanya mau membantuku jd lebih baik.krn yg hanya kupikir addalah "menjauh" agar g "masuk lubang" yg sama sepertiku.tapi ternyata....

yoi,penyesalan datang di saat yg g tepat.ya di akhir.mungkin karena dia yg "mencoba dekat" itu sampai segitunya,ak bener2 merasa menyesal yg paling mendalam.ak g peduli dia sudah punya pendamping atau gak,hal ini2 benar2 satu noda dalam kisah2 yg sama spt ini!hal yg paling sulit buat maafin diri sendiri.ak sempat bilang maaf via sms.dia cuma jawab "udah,km g punya salah kok gas :)".pikirku saat itu "yaiyalah,km g punya salah,melupakan kesalahan org bukan hal yg sia2,apalagi km sudah menemukan "yg tanggap" akan perhatian mu itu,tidak seperti aku yg punya salah,hanya hal kecil,yg makna penyesalannya lebih besar dripada ak di DO"

entahlah.mungkin akan tiba waktunya.saat yg tepat.entah brapa hari raya dan brp permohonan maaf yg sanggup melepas beban "hutang" ini.ak tak berharap km kembali atau tidak,hanya tolong maafin ak,entah dgn cara apa,dgn bgt ak bs maafin diri sendiri.ak tidak peduli dgn arloji yg kau berikan,aku masih menyimpan sepucuk surat ucapan yg mungkin buatmu biasa saja,tp buatku itu "titik kunci" penyesalan ini.....entah kapan,kau sempat membaca ini......semoga...

*kadang saat kita terlalu berharap,yg kita harapkan malah g datang n potensi sesal semakin besar.malah yg tingkat harapannya tidak terlalu,hal yg datang sangatlah besar dan berharga
karena itu ak g terlalu berharap,tp ak g akan melupakan dengan membuang masalalu itu*